September 24, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Dinas Pertanian PPU Diminta Selesaikan Masalah Pupuk Subsidi

PENAJAM, KALPOSTONLINE | Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) salah satu daerah lumbung padi di Kalimantan Timur (Kaltim). Daerah ini memiliki belasan ribu hektar lahan produktif. Dari empat kecamatan yang ada di PPU, Kecamatan Babulu memiliki area pertanian paling luas.

Untuk mensukseskan produksi pertanian, Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU Sujiati memandang seluruh lini harus diperhatikan. Tidak hanya mengenai pengairan dan pola tanam. Keberadaan penyuluh pertanian juga sangat mempengaruhi dalam peningkatan hasil panen. Menurutnya, penyuluh bersentuhan langsung dengan petani dalam memecahkan berbagai persoalan seperti penanggulangan hama, penggarapan lahan hingga pola tanam. 

Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati

“Dinas Pertanian diminta untuk meningkatkan kualitas penyuluh. Karena mereka merupakan salah satu ujung tombak keberhasilan pertanian,” kata Sujiati pada media ini, Selasa (18/5/2021).

Tak hanya itu, politikus Partai Gerindra ini berharap, pemerintah daerah juga memberikan perhatian lebih terkait kesejahteraan penyuluh.

“Kesejahteraan penyuluh pertanian juga perlu diperhatikan. Mungkin ada semacam insentif tambahan buat mereka,” katanya melanjutkan.

Lebih lanjut, kata dia, permasalahan pertanian yang terjadi di Benuo Taka cukup kompleks. Sistem pengairan yang hanya mengandalkan air hujan menjadi momok bagi petani apabila memasuki musim kemarau. Namun, masalah pengairan ini sudah ada angin segar dengan dimulainya pembangunan Bendungan Telake di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Bendungan yang dibangun oleh pemerintah pusat akan meng-cover lahan pertanian di Paser dan PPU.

“Masalah kekurangan pupuk subsidi juga setiap tahun terjadi. Kami menekankan agar Dinas Pertanian harus menyelesaikan itu,” terang Sujiati.

Ia menambahkan, program pengapuran sawah perlu dilakukan lagi oleh pemerintah daerah. Karena kadar asam lahan pertanian di PPU cukup tinggi. “Beberapa tahun terakhir ini tidak ada perogram pengapuran. Sementara kadar asam lahan pertanian lumayan tinggi. Itu jelas akan mempengaruhi kesuburan padi. Kalau padi tidak tumbuh subur maka hasil panennya pun tidak maksimal,” tandasnya. (ADV/ADE)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: