June 14, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Bangunan SMK Farmasi Tenggarong Diakui Belum Sesuai, Tapi Diduga Sudah Diserahterimakan

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur meningkatkan kualitas dunia pendidikan untuk Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) perlu diapresiasi. Pemprov mengucurkan anggaran melalui APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp2,7 miliar untuk pembangunan SMK Farmasi Tenggarong, Kutai Kartanegara. Namun,  bagaimana jika pekerjaaan yang dilakukan kontraktor pelaksana mengecewakan, karena kondisi bangun yang sudah selesai itu diduga tak sesuai spesifikasi?

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub yang pernah meninjau langsung proyek tersebut, saat dikonfirmasi media ini mengakui adanya sejumlah kekurangan dalam pekerjaan itu.

Bagian luar gedung SMK Farmasi Tenggarong yang masih berupa tanah urug

“Ya betul. Sudah kemarin kita periksa dan sudah kita minta kepada PPK nya agar memerintahkan kontraktor menyempurnakan pekerjaan yang ada, dan meminta menegur kontraktornya,” tegas Rusman melalui pesan whatsapp, Kamis (29/4/2021).

Meski gedung yang tampak dibangun asal-asalan dan banyak kekurangan di sana sini, Rusman yang juga ketua DPW PPP Kaltim tersebut belum memberikan tanggapannya terkait kemungkinan jika proyek senilai hampir Rp3 miliar tersebut dilakukan pengusutan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di Kaltim.

Secara terpisah, PPK SMK Farmasi di Dinas Pekerjaaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan provinsi Kalimantan Timur, Sidiq menguraikan, kontraktor pelaksana telah diminta untuk menyempurnakan  pekerjaan tersebut.

“Terkait beberapa kondisi kekurangsempurnaan di lapangan memang sudah masuk dalam cheklist bersama kontraktor pelaksana yang harus ditindaklanjuti dalam masa pemeliharaan sampai dengan bulan Agustus,” jelas  Sidiq PPK proyek tersebut pada Kalpostonline, kemarin.

Kondisi drainase SMK Farmasi Tenggarong yang berada di antara urugan tanah

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai serah terima pekerjaan dan dugaaan pekerjaan kontraktor tidak sesuai dengan spesifikasi, hingga berita ini diturunkan Sidiq belum merespons.

Untuk diketahui, pembangunan gedung pendidikan SMK Farmasi Gerbang Dayaku ini merupakan jenis pengadaan pekerjaan konstruksi dari satuan kerja Dinas Pekerjaaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan provinsi Kalimantan Timur. Adapun pagu anggaran senilai Rp2,77 miliar  dengan pemenang lelang CV. Putra Semayang.

Dari pengamatan Kalpostonline di lapangan, bangunan sekolah tersebut memiliki dua lantai, kondisi  dan bentuk bangunan tampak kurang rapi. Misalnya pemasangan plapon, pagar, tangga yang menghubungkan antarlantai, semenisasi pada bagian bangunan, bahkan tiang di bagian depan sekolah sudah bergelembung. Di bagian drainase dan urugan tanah sudah longsor sebagian. Media ini belum berhasil mengkonfirmasi kontraktor pelaksana pembangunan SMK Farmasi tersebut. (TIM)

Penyunting: Hery Kuswoyo

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: