Fri. Feb 26th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Wakil Ketua DPRD Kaltim Menilai Kerusuhan di PPU Akibat Tindak Kriminal

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Panajam paser Utara (PPU) dinilai tidak berhubungan dengan masalah etnis. Perseturuan yang melibatkan antar dua orang pemuda tersebut harus diselesaikan secara hukum karena merupakan tindakan kriminal.

“Itu murni kriminal. Jadi, masyarakat jangan sampai terprovokasi,” kata Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo.

Ia menyayangkan, akibat kejadian tersebut, banyak warga yang tidak bersalah jadi korban dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Sampai ada rumah yang dibakar, ini kan sangat disayangkan. Harusnya itu tidak boleh sampai terjadi,” sesalnya.

Dirinya pun meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian tersebut. Baik dari kasus penikaman hingga persoalan pembakaran rumah warga yang tidak bersalah.
“Sekarang, siapa yang mau mengganti rumah warga yang dibakar itu? Harusnya kita sadar, bahwa kita ini negara hukum, punya undang-undang. Jadi tidak boleh main hakim sendiri, apalagi sampai melibatkan mereka yang tidak tahu pokok persoalan,” jelas Sigit.

Sigit Wibowo

Meski demikian, wakil rakyat dari dapil Balikpapan ini mengapresiasi langkah pemerintah setempat segera memediasi pihak yang bersetru. Pasalnya jika tidak segera diatasi, dampaknya akan semakin meluas.

“Menurut saya, tidak ada perosalan suku, agama dan ras (sara) pada kasus ini. Jadi, jangan lagi ada yang beranggapan, bahwa persoalan ini, persoalan sara. Kita ini semua bersaudara, behineka tunggal ika,” sebut Sigit.

Poitikus PAN ini pun setuju dengan hasil kesepakatan yang telah dihasilkan dari hasil mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah setempat.
“Antara pihak pelaku maupun korban dari kasus tersebut sepakat untuk menyudahi, dan menyerahkannya kepada pihak yang berwajib,” jelasnya.

Sigit mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kaltim bahwa, setiap persoalan yang terjadi harus diselesaikan dengan kepala dingin. Bukan hanya pada kasus yang terjadi di Kabupaten PPU, tapi berlaku untuk semua daerah.
“Kita jangan mudah terprovokasi dan terbawa emosi dengan hal-hal yang dapat merugikan,“ pungkasnya.(ADV)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: