Mon. Mar 1st, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Sidak, Pimpinan DPRD Kukar Temukan Hasil Proyek Mengecewakan

TENGGARONG, KALPOSTONLINE  |  Unsur pimpinan DPRD Kutai Kartanegara menemukan sejumlah proyek yang tidak sesuai dengan nilai pekerjaannya, terutama terkait dengan kualitas atau mutu konstruksi.

“Jadi saat Sidak ada temuan pekerjaan kontruksi jalan yang tidak sesuai dengan kualitas pekerjaan. Sehingga kami akan mengkonfirmasi ke Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum. Kami ingin minta keterangannya terkait pekerjaan yang ditangani oleh pihak ketiga tersebut,” kata Wakil Ketua I DPRD Kutai Kartanegara Alif Turiadi usai sidak di Kecamatan Sangasanga bersama Wakil Ketua III Siswo Cahyono, Sabtu (11/7/2020). 

Dengan temuan itu, Alif kecewa  dan akan meminta pertanggunganjawab ke Dinas Pekerjaan Umum sebab dinilai lalai menjalankan tupoksinya.

Alif Turiadi dan Siswo Cahyono saat melakukan sidak proyek jalan di Sangasanga (DPRD Kukar.Dok)

“Nama kontraktornya kami belum tahu, yang pasti kualitas jalannya sangat jauh dari yang diharapkan, tentu kami kecewa, dan pada saat Sidak kemarin ada warga yang ikut dan mengaku sangat kecewa juga dan memohon kepada kami agar bisa dibantu untuk penyambung lidah kepada pihak yang mengerjakan ini, supaya bisa dipertanggung jawabkan,” ucapnya.

Dari hasil pantauannya, kondisi jalan sangat parah, yakni terdapat retakan pada badan jalan dan mengalami sedikit longsor.

“Saya dengar pekerjaan untuk paket ini senilai 9 miliar, tapi pekerjaannya seperti paket PL (Penunjukan Langsung), yang paket penunjukan langsung yang nilainya seratus jutaan saja, sangat parah ini kualitasnya asal-asalan,” terangnya.

Sementara itu Siswo Cahyono menambahkan, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum harus bertanggung jawab penuh untuk memberi penegasan kepada pihak kontraktor. Terlebih lagi informasinya untuk pekerjaan jalan bertekstur semenisasi ini sudah rampung pembayarannya.

“Pembayarannya justru sudah. Sepakat saya dengan Pak Alif, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum lalai, kok tidak mengawasi pekerjaan itu, karena kan ada konsultan perencana, konsultan pengawas dan ada PPTK dan kelengkapan pejabat teknis lainnya. Harusnya jangan ada lagi di Kukar ini pekerjaan yang asal-asalan seperti ini,” tegas Siswo. (adv)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: