July 27, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Komisi II DPRD Kaltim Siap Dukung Sisa Pernyetaan Modal di Bank Kaltimtara

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Sebagai BUMD yang memberikan PAD yang cukup besar bagi Kaltim. DPRD Kaltim siap mendukung sisa pernyataan modal Bank Kaltimtara untuk memenuhi kewajiban Pemprov Kaltim sebagai mayoritas pemilik saham. Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim Baharuddin Demmu saat memimpin rapat dengan Bank Kaltimtara, Selasa (3/12/2019).

Dikatakan Bahar, sapaan akrabnya, demi kebutuhan bisnis, Bank Kaltimtara membutuhkan sedikitnya Rp10 triliun sebagai pernyataan modal. Sebagai pemilik saham mayoritas, Pemprov Kaltim harus menyetor Rp5,1 triliun.

“Saat ini, modal yang telah di setor Pemprov Kaltim ke Bank Kaltimtara baru mecapai Rp1,2 triliun, sisanya masih ada Rp3,88 triliun. Kami di Komisi II siap mendukung pernyataan modal yang diajukan Bank Kaltimtara,” ujarnya.

Komisi II DPRD Kaltim bersama dengan Bank Kaltimtara mengelar rapat bersama membahas masalah pernyataan modal hingga deviden terhadap daerah, pada Selasa (3/12/2019)

Menyambung pernyataan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sekretaris DPRD Kaltim Bagus Susetyo menjelaskan, pembayaran sisa pernyataan modal tidak menjadi soal jika ingin dilaksanakan. Hanya saja, harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Tapi kalau kita memaksimalkan PAD, kemudian Bapenda juga bisa memaksimalkan penerimaannya, sehingga ada uang dari target lebih yang dicapai, sumber pendapat yang dicapai. Itu bisa saja disalurkan sebagai pembayaran sisa pernyataan modal kita,” terang pria yang akrab disapa Bagus ini.

Dirinya juga menambahkan, kinerja dari Bank Kaltimtara sebagai penyumbang deviden terbesar dari beberapa Perusda milik Pemprov Kaltim, patut diapresiasi. Pasalnya, Bank Kaltimtara menjadi salah satu BUMD yang memberikan keuntungan yang cukup besar bagi daerah. “Tentunya ini menjadi harus acuan juga bagi perusda yang lain,” bebernya.

Oleh karena itu lanjut dia, yang diperlukan saat ini untuk memperbaiki kinerja Perusda yang kurang maksimal, posisi direksi harusnya ditempati oleh orang-orang yang berkompeten. Sehingga menciptakan peluang potensi usaha, dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

“Kita membentuk perusda itu karena ada potensi, bahwa disitu ada kegiatan usaha yang bisa dijalankan. Tentu potensinya mengarah pada aspek keuntungan, dan dapat memberikan kontribusi terhadap PAD,” jelas Politikus Gerindra ini. (ADV)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: