Sat. Mar 6th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Komisi II DPRD Kaltim: 35 Persen Gas Melon Berlum Tersalur

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Kelangkaan Gas LPG 3 kilogram di sejumlah daerah di Kaltim dinilai bukan karena kurangnya kuota. Pasalnya, persentasi penyebaran gas elpiji hingga Oktober baru mencapai 65 persen.
“Artinya, masih ada sekitar 35 persen kuota gas elpiji belum tersalurkan hingga akhir tahun. Jadi, menurut kami kalangkaan bukan karena faktor kuota. Lebih kepada faktor lainnya,” terang Anggota Komisi II DPRD Kaltim Bagus Sustyo usai melakukan pertemuan dengan Kementerian ESDM, Kamis (14/11/2019).

Bagus Sustyo

Terjadinya kelanggkan gas LPG kata dia, kemungkinan disebabkan oleh penerima gas bersubsidi dan non subsidi yang belum optimal dan sulit untuk diidentifikasi.
“Kelemahannya saat ini, memang mengatur pengunaan tabung yang subsidi dan tidak subsidi,” sebutnya.

Selain itu, distribusi yang belum tepat sasaran, dan jumlah penggunaan tabung tidak dibatasi menjadi persoalan tersendiri. Dampaknya, tidak sedikit terjadi pengoplosan dan penimbunan akibat disparitas harga antara LPG bersubsidi dengan LPG tidak bersubsidi.
“Untuk itu, perlu adanya pengaturan target penerima subsidi LPG 3 Kg, program Trade In LPG 3 kilogram ke LPG 5,5 kilogram, dan memperbanyak supply dan penyebaran LPG yang 5,5 kilogram,s serta sosialisasi pengendalian,” beber Politikus Gerindra ini.

Upaya lain mengendalikan kelanggkaan lanjut dia, yakni dengan melaksanakan pengawasan pendistribusian, dan pengawasan harga LPG tertentu pada sub penyalur sampai dengan konsumen. “Ini menjadi tugas dari masing-masing daerah. Pengawasan harus betul-betul dilakukan, agar pendistribusian bisa tepat sasaran. Sehingga, kelangkaan Gas LPG tidak terulang kembali,” ujarnya.(ADV)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: