Sat. Mar 6th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Harga Mulai Naik, DPRD Kukar Tindaklanjuti Pembangunan Jembatan Long Penjalin

Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid saat meninjau jembatan Long Penjalin

TENGGARONG, KALPOSTONLINE | Harga sejumlah barang kebutuhan pokok di Desa Umaq Dian Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara mulai naik. Hal itu dipicu pasca jalan dan jembatan Long Penjalin di KM 11 di desa tersebut longsor.

Anggota DPRD kukar, Betaria Magdalena mengatakan, runtuhnya poros jembatan Long Penjalin telah ditinjau bersama Plt Bupati Chairil Anwar dan Ketua DPRD, Rasid dan OPD teknis.

“Kita berharap secepatnya dalam minggu ini sudah ada bahan material baja untuk konstruksi jembatan darurat yang kokoh, karena di Oktober dan November ini cuaca ekstrim dan curah hujan yang sangat tinggi, kita takut nantinya jembatan yang ada roboh lagi karena tekanan arus air yang di atas gunung mengalir deras, jika terhambat air cepat meluap jembatan yang ada bisa tenggelam,” katanya.

Magdalena berharap agar pihak OPD teknis bisa memperhitungkan terlebih dahulu, karena jalan yang ada ini merupakan jalan satu-satunya menuju 13 Desa yang ada Kecamatan Tabang.

“Kita berharap material yang berada di Teluk Bentangis Tenggarong yang dikatakan Plt Bupati Kukar kemarin bisa segera dibawa ke Desa Umaq Dian Tabang dan segera dikerjakan pemasangan tiang pancang dan dirangkai di lokasi yang ada,” ujar anggota dewan dapil 6 ini.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, sejak runtuhnya jembatan antrean truk dan mobil cukup panjang menunggu, mobil yang dari Tabang untuk menyuplai barang secara estafet sudah barang tentu biaya transportasinya juga tinggi, ini berimbas langsung dengan harga yang terus merangkak naik.

“Salah satunya tabung gas elpiji 5 Kg semula Rp35 ribu sekarang menjadi Rp55 ribu, gula pasir semula Rp12 ribu menjadi Rp17 ribu dan Bensin semula Rp9 ribu menjadi Rp12 ribu sampai Rp13 ribu sangat prihatin dan keadaan ini disampaikan langsung ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat yang penghasilannya pas-pasan,” ungkap Betaria.

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid mengatakan kunjungan ini merupakan tindaklanjut dari peninjauan bersama Plt Bupati Kutai Kartanegara di Teluk Bentangis, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong.

“Kita sangat prihatin dengan adanya kejadian ini, kita berharap penanganan dari pemerintah daerah agar lebih cepat, kita ketahui bersama pembahasan anggaran 2020 sudah berjalan, kita minta kepada kepala Bappeda dan Dinas teknis terkait bisa saling melakukan koordinasi sekaligus bisa memperhitungkan estimasi anggaran yang dibutuhkan, agar DPRD bisa membackup anggaran pada 2021,” katanya.

“Harapan kita Dinas PU segera mengambil langkah yang nyata, membuat jembatan alternatif yang kokoh dan tidak memakan waktu terlalu lama, agar akses masyarakat bisa normal kembali, kasihan jika ini berkepanjangan apa yang disampaikan Camat Tabang Faisal , Babinsa dan masyarakat dalam pertemuan tadi, harga -harga terus meroket naik, karena ada biaya tambahan ongkos buruh angkat yang harus dibayar untuk menyeberangkan barang,” sambung Rasid

Begitu juga jika ada warga yang sakit dan ibu yang ingin melahirkan hanya bisa digotong menggunakan tandu untuk menyeberangi jembatan menuju mobil travel , karena mobil ambulans dari Tabang yang ada tidak bisa melintasi.

“Dampak sosial seperti ini yang harus secepatnya diatasi agar saudara kita yang mengalami musibah dan terisolir bisa terlepas dari kesulitan yang ada,” tutur Rasid. (ADV)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: