September 20, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Dukung Restorasi Sungai, Anggota DPRD Kaltim ini Turut Bersihkan SKM

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Upaya pelestarian lingkungan dan restorasi daerah aliran sungai (DAS) Sungai Karang Mumus (SKM) sebagai sumber kehidupan terus mendapat dukungan. Kali ini kembali didukung anggota DPRD Kaltim, Nidya Listiyono yang menyempatkan diri ikut dalam melakukan kegiatan membersihkan SKM dan penanaman pohon yang dimotori oleh Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS) Sungai Karang Mumus (SKM) bersama dengan mahasiswa dan pengajar dari Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Samarinda.

“Kami sangat mendukung dan mensuport segala upaya melestarikan lingkungan kita, seperti penanam pohon dan pembersihan sungai karang mumus. Diharapkan kedepannya, dewan dan juga eksekutif bisa aktif dalam membantu menjaga kelestarian SKM,” terang Nidya Listiyono, Minggu (20/10/2019).

Nidya Listiyono

Ia berharap, kegiatan seperti itu bisa berkelanjutan yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan dan sungai yang ada di Samarinda.

“Untuk membangun kesadaran agar tidak membuang sampah sembarang, memang perlu waktu. Untuk itu perlu dukungan dari seluruh pihak, baik dari pemerintah, legislatif maupun dari masyarakat itu sendiri,” kata pria yang biasa disapa Tiyo.

Kualitas Air SKM disebut-sebut sudah tercemar sedang dan berat. Penurunan kualitas air ditandai adanya parameter yang tidak lagi memenuhi baku mutu lingkungan seperti Total Suspended Solidn (TSS), Dissolved Oxigen (DO), Biological Oxigen Demand BOD), Chemical Oxigen Demand (COD) (penelitian Mislan DKK. 2017) sehingga tidak layak untuk air baku untuk air minum.

Pembukaan lahan besar-besaran seperti penebangan liar, pertambangan batubara, perluasan permukiman, hilangnya daerah Luapan air (daerah rawa), okupasi daerah sempadan sungai dan masyarakat yang gemar buang sampah ke sungai serta pengelolaan sampah-limbah yang belum optimal.

Nidya Listiyono bersama GMSS Sungai Karang Mumus (SKM), mahasiswa dan pengajar dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda usai melakukan penanaman pohon sekaligus membersihakn sampah di daerah SKM, Minggu (20/10/2019).

Akibatnya, banjir, pendangkalan sungai, penurunan kualitas air, penurunan keanekaragaman hayati serta memburuknya kualitas lingkungan di daerah permukiman. Kejadian banjir di Sub DAS Karang Mumus meningkat dikarenakan meningkatnya jumlah limpahan air, menurunnya daya tampung daerah retensi banjir dan berkurangnya kapasitas sungai dan saluran drainase.

Berdasarkan kondisi tersebut, elemen masyarakat, GMSS-SKM dan SESUKAMU (Sekolah Sungai Karang Mumus) sejak tahun 2015 lalu yang bekerjasama dengan berbagai pihak merestorasi Sub DAS Karang Mumus.(ADV)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: