July 27, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Siapkan Energi Masa Depan, Pertamina Foundation Buka Lomba Sains EBT 2021

JAKARTA, KALPOSTONLINE | Pertamina Foundation kembali  meluncurkan program PFsains 2021 yang merupakan ajang kompetisi implementasi karya hasil penelitian terkait inovasi energi baru dan terbarukan. Setelah sukses tahun lalu, tahun ini kompetisi PFsains kembali digelar dengan tema “Inovasi Energi Berbasis Technopreneur”. Dalam program ini, Pertamina Foundation mengundang masyarakat luas, mahasiswa, akademisi, pakar dan praktisi, serta pengabdi masyarakat untuk berimplementasi dari hasil penelitian, temuan baru, dan praktik-praktik inovasi teknologi pengembangan EBT (energi baru terbarukan).

Pada hasil dari PFsains 2020,  terdapat tiga proyek EBT terbaik dari peserta yang telah diimplementasikan bersama Pertamina Foundation. Proyek tersebut di antaranya: Smartfocs Power pembangkit listrik bagi masyarakat pesisir, Microbial Desalination Cell penghasil air bersih di Nusa Tenggara Timur, dan Smart Generator dengan sistem hybrid. Ketiganya akan menjadi barometer di tahun ini dengan temuan-temuan yang lebih implementatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Koeshartanto, Ketua Dewan Pembina Pertamina Foundation berharap besar terhadap program ini, terutama kepada generasi muda dan energi masa depan.

“Saya percaya bahwa program-program seperti ini bisa berhasil dan diikuti dengan antusiasme yang tinggi. Apabila trennya semakin besar, kita menuju pada titik yang kita harapkan bersama. Dalam perjalanan menuju revolusi industri 5.0, kami yakin tidak akan bisa dihindarkan dari peran strategis energi dan generasi muda dalam mengawal dan mengembangkannya,” ujar Koeshartanto dalam rilis yang diterima Kalpostonline, Kamis (8/4/2021).

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan, PFsains 2021 menjadi bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang energi.

“Program PFsains yang menjadi bagian dari PFseries merupakan ajang kompetisi kreativitas EBT. Diharapkan melalui berlangsungnya program ini dapat menggerakkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pengembangan EBT menuju kemandirian energi nasional,” ungkap Agus

Dukungan juga disampaikan Arya Dwi Paramitha, VP CSR PT Pertamina (Persero).

“Kami berterima kasih kepada Pertamina Foundation karena program PFsains juga berpotensi mendorong dan mewujudkan salah satu program kami, Desa Berdikari. Desa yang memiliki kemampuan untuk mengelola energi alternatif secara mandiri,” terang Arya.

Dengan demikian, PFsains dinilai mampu menjadi langkah percepatan tercapainya target penggunaan energi baru terbarukan Indonesia pada tahun 2025.

“Pemerintah sedang menargetkan penggunaan energi baru terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025. Untuk itu diperlukan percepatan, karena pada saat ini capaiannya baru sekitar 11,20%. Langkah ini diperlukan sebagai masa transisi energi sehingga kita tidak bergantung pada energi fosil,” kata Ani Wiyanti selaku Ditjen EBTKE Kementerian ESDM.

Dibuka 15 April 2021 sampai dengan 22 Mei 2021.

Setelah calon peserta mendaftar secara daring, peserta dihadapkan pada penilaian proposal beserta kelengkapannya. Lolos tahap ini, peserta diminta membuat prototipe dari karya temuannya. Karya prototipe beserta video dan paper presentasi menjadi materi wajib saat seleksi wawancara. Dalam tahap wawancara, peserta akan diuji oleh juri independen, praktisi energi, pakar profesional, akademisi yang kuat dalam konsep serta juri profesional lain dari bidang terkait. Kemudian menjelang babak final, panitia menyiapkan paket webinar series yang salah satu temanya terkait energi dan teknologi masa depan. Bobot penilaian ada pada tingkat kebaruan penelitian, kelayakan serta keberlanjutannya.

Tahun ini total hadiah dan bantuan implementasi yang akan diberikan senilai Rp900 juta. Hadiah ini termasuk apresiasi senilai Rp2,5 juta diberikan kepada 20 peserta terbaik dan Rp10 juta untuk 10 peserta terbaik. Dari 10 peserta terbaik, akan dipilih 3 peserta untuk mendapat bantuan mengimplementasikan proyek. Program ini akan bekerja sama dengan Universitas Pertamina dan Research & Technology Center (RTC) Pertamina. (YO)

Editor: Hery Kuswoyo

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: