Sat. Mar 6th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Impor Beras Selama 2018 Bebani Keuangan Bulog Rp135,88 Miliar

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Kurun 2018 pemerintah telah melakukan impor beras sebanyak 2,25 juta ton sebagaimana dicatat Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah impor tersebut merupakan jumlah impor beras tertinggi yang dilakukan Perum Bulog (Badan Urusan Logisik) sejak 2015.

Dalam kegiatan impor tersebut, Perum Bulog mengalami beban keuangan ratusan miliar. Hal itu disebabkan dalam pemilihan jenis letter of credit (L/C) yang kurang teknis. L/C merupakan cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan/importir) dan akan memudahkan pihak-pihak yang berada di dalamnya.

“Pemilihan jenis letter of credit atas pelaksanaan impor beras tahun 2018 tidak berdasarkan analisis teknis dan membebani keuangan perusahaan minimal sebesar Rp135,88 miliar,” ungkap auditor BPK RI dalam laporan Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2019.

Sebagai perusahaan milik negara, Perum Bulog juga mengalami kekurangan penerimaan, menurut temuan auditor BPK diantaranya yakni, pendapatan talangan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bencana alam dan operasi pasar sampai dengan 31 Desember 2018 sebesar Rp649,43 miliar yang belum diterima dari pemerintah. Kemudian klaim asuransi kekurangan kuantum beras impor dalam proses pengiriman laut sebesar US$856,15 ribu. Selanjutnya kekurangan penerimaan pendapatan Perum Bulog dari hasil kerja sama pemeliharaan dan penyaluran sapi siap potong dengan PT Berdikari sebesar Rp78,14 miliar.

Perum Bulog belum menerima hasil penjualan komersial pada delapan divisi regional sebesar Rp12,07 miliar, dan terdapat klaim kesusutan atas pekerjaan yang disubkontrakkan kepada vendor sebesar Rp1,45 miliar pada PT Jasa Prima Logistik Bulog (anak perusahaan Perum Bulog)

“Selain itu, Perum Bulog belum menyetorkan hasil penjualan beras operasi pasar CBP tahun 2018 ke kas negara per 31 Desember 2018 sebesar Rp888,68 miliar,” tulis auditor dalam laporannya. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: