June 13, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Aset Senilai Belasan Miliar di Kukar Boroskan Keuangan Daerah

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Kurun 2006 sampai dengan 2019 tercatat terdapat belasan miliar rupiah nilai pengadaan aset di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur sebagian belum digunakan dan sebagian lagi tidak dapat digunakan. Aset-aset tersebut berada di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kukar. Berdasarkan uji petik pemeriksaan yang dilakukan auditor, aset yang berada di tiga OPD itu senilai Rp17,359 miliar, dan senilai Rp15,83 miliar dinilai memboroskan keuangan daerah.

Baca Juga: Begini Pengelolaan Aset Daerah Kukar

Aset-aset tersebut secara lebih rinci terdiri dari, aset alat kesehatan (alkes) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) pada Dinas Kesehatan Kukar sebanyak delapan unit hasil pengadaan tahun 2018 senilai Rp1,3 miliar. Kemudian aset Laptop Acer pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kukar sebanyak 21 unit hasil pengadaan tahun 2016 senilai Rp227.419.500. Selanjutnya aset senilai Rp15,83 miliar hasil pengadaan tahun 2006 berupa handset CDMA pada Dinas Komunikasi dan Informatika sebanyak sepuluh ribu tidak dapat digunakan hingga saat ini.

Baca Juga: Pesangon Karyawan Hotel di Kukar Menyalahi Aturan APBD

Adapun alasan belum digunakannya aset-aset tersebut sebagaimana mengutip hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Kaltim pada April 2019, aset berupa alkes yang berada di UPT Labkesda Dinas Kesehatan belum dimanfaatkan karena bangunan UPT belum memenuhi standar untuk mengoperasikan alat tersebut. Aset berupa laptop acer masih menunggu pengadaan laptop periode berikutnya agar jumlah laptop cukup utuk dibagikan di kelurahan. Sementara aset berupa handset CDMA yang berada di Dinas Komunikasi dan Informatika sebanyak sepuluh ribu unit, sejak pengadaan aset belum pernah dimanfaatkan. Saat ini aset tersebut sudah tidak dapat dimanfaatkan karena layanan telekomunikasi CDMA sudah tidak tersedia.

Dengan begitu, auditor BPK menilai potensi terjadinya kerusakan aset yang tidak dimanfaatkan berupa 21 unit laptop di Disdukcapil senilai Rp227.419.500, dan pemborosan atas aset berupa HP CDMA yang tidak dapat dimanfaatkan senilai Rp15,83 miliar. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: