Mon. Mar 8th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Warga Sambutan Terbebani Harga Air Bersih

PDAM Tirta Kencana Samarinda
Penjual air bersih di Pelita 4 Sambutan

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Dimasa pandemi beban ekonomi masyarakat bertambah akibat terbatasnya aktivitas. Apalagi beban tambahan untuk kebutuhan dasar harian seperti air bersih. Pemerintah Kota Samarinda sempat memberikan kebijakan keringanan pembayaran untuk golongan tertentu pelanggan perusahaan daerah (Perusdam atau PDAM) Tirta Kencana, namun dengan macetnya distribusi air membuat warga di Kecamatan Sambutan harus menambah pengeluaran sejak sebulan terakhir.

Baca Juga:

Kabag Humas Perusdam Tirta Kencana, Lukman mengatakan, distribusi air mulai normal beroperasi secara bergiliran. Namun untuk mendapatkan air bersih secara gratis dapat melaui Ketua RT setempat.

“Kalau untuk pribadi beli, kalau lewat RT gratis,” kata Lukman, Selasa (22/9/2020).

Lukman mengatakan, saat ini dalam proses normalisasi distribusi.

“Oh wilayah sana (Pelita 4 Sambutan) aliran dari IPA Selilili dan aliran ke perumahan melalui Boster Pelita 4. Baru didorong pompa ke wilayah perumahan sesuai jadwal,” ujarnya.

Ditambahkannya, jalur distribusi sempat terganggu akibat pengurasan dan perbaikan pipa.

“Kendala aliran sebelumnya juga sudah kami infokan, ada giat pengurasan di IPA Selili, perbaikan pipa bocor di intake Selili dan penggantian valve di simpang tiga Jalan Sultan Sulaiman dan Sultan Alimudin, Jl Sejati dan Jl Sei Kerbau. Info di media dan medsos selalu update,” jelasnya memungkasi.

Hingga saat ini sebagian besar warga mengaku masih kesulitan air bersih.

“Sudah sebulan air nggak ngalir. Terpaksa beli terus,” ungkap Bahri seorang warga Pelita 4 Kelurahan Sambutan saat berbincang-bincang dengan Kalpostonline.

Bahri sebagai kepala keluarga dari seorang istri dan lima orang anak itu mengaku terbebani. Sebab ia harus menambah pengeluarannya untuk membeli air bersih.

“Kalau air 1200 liter itu paling lama tiga hari sudah habis. Harga setiap beli 90 ribu yang biasanya uang segitu bisa buat bayar tagihan PDAM sebulan. Mau gimana lagi?” katanya mengeluhkan.

Seorang ibu rumah tangga yang juga warga Pelita 4 yang akrab disapa Acil Bayah mengeluhkan hal yang sama.

“Sudah sebulanan mati air, namanya ibu rumah tangga kalau mati air ya paling repot. Kalau hujan pakai air hujan, kadang beli air tapi mahal,” ujar Acil Bayah yang tinggal bersama suami dan tiga orang anak. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: