September 24, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Komisi I DPRD Cium “Aroma Tak Sedap” dalam Penerbitan IUP di Kaltim

Jahidin

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengambil alih semua perizinan pertambangan dari tangan pemerintah provinsi. Merujuk pada jadwal, pengalihan kewenangan tersebut sejak Desember 2020 lalu. Namun, sebelumnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) merupakan kewenangan provinsi, termasuk di Kaliman Timur. Soal ini, Komisi I DPRD Kaltim yang membidangi masalah hukum dan perundangan kabarnya mencium aroma tak sedap terkait hal itu, patut diduga ada IUP yang terbit direkayasa yang diduga sebetulnya palsu.

Ketua Komisi I DR. Jahidin, MH pada Kalpostonline mengutarakan dugaan tersebut. Menurutnya, Komisi I DPRD Kaltim yang membidangi hukum dan perundangan tersebut menerima seejumlah informasi dari masyarakat.

“Ada beberapa informasi yang masuk ke Komisi I terkait dugaan IUP rekayasa atau palsu, baik info tertulis maupun dalam bentuk lain. Informasi itu kami kembangkan untuk menelusuri dan akan mengundang stakeholder guna menggali informasi itu,” tegas Jahidin disela-sela usai rapat paripurna Senin (13/9/2021).

Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini lebih lanjut menjelaskan, pihaknya secara lembaga akan mendesak institusi penegak hukum untuk melakukan penyelidikan guna mengusut tuntas dugaan adanya rekayasa perizinan yang patut diduga juga bisa berindikasi palsu.

“Apabila ditemukan indikasi IUP dalam kaitanya dengan pertambangan yang direkayasa atau palsu, diperoleh tidak sesuai prosedur, harus diungkap siapa oknumnya dan siapa yang bertanggungjawab atas perbuatan itu karena bagaimana pun itu murni kejahatan bila itu ditemukan izin palsu, bukan sisi pertambanganya yang kita persoalkan tapi sisi kejahatanya terkait perizinan itu yang diterbitkan tapi palsu,” jelas Jahidin yang juga mantan penyidik dari kepolisian.

Ditambahkanya, diduga ada beberapa IUP yang tidak terdaftar di register Kementrian ESDM. Karena itu pihaknya akan mendalami informasi tersebut . (AZ)

Penyunting: Hery Kuswoyo

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: