September 24, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Ketua PWI Kaltim: Media Wajib Cantumkan Boks Redaksi dan Alamat Kantor

Ketua PWI Kaltim, Endro S Efendi

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Pada era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, media atau perusahaan pers dituntut lebih transparan dalam menjalankan aktivitasnya. Sebab, kebebasn pers harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh insan pers dan perusahaan pers. Seperti yang ditemukan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, bahwa masih terdapat sejumlah media daring atau media online di daerah ini yang dalam menjalankan aktivitas jurnalisitiknya belum menjalankan ketentutan dari Dewan Pers.

Merujuk pada Standar Perusahaan Pers yang tertuang dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 03 Tahun 2019 Pasal 7 menyebutkan, media wajib mencantumkan nama media, alamat redaksi, kontak redaksi hingga penanggung jawab redaksi di medianya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas karya jurnalistik yang diterbitkan atau disiarkan.

“Yang saat ini banyak diabaikan adalah, media tidak mencantumkan boks redaksi, dan alamat redaksinya,” kata Ketua PWI Kaltim, Endro S. Efendi yang juga penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltim, Kamis (22/7/2021).

Dilanjutkannya, Dewan Pers merupakan lembaga yang menjalankan amanah Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sehingga sesuai ketentuan, penanggung jawab redaksi atau pemimpin redaksi wajib memiliki kompetensi wartawan utama. Selain itu, perusahaan pers harus berbadan hukum perseroan terbatas (PT).

“Ada banyak ketentuan yang mengatur untuk mendorong media professional. Setidaknya, media bisa mematuhi ketentuan yang sangat krusial lebih dahulu,” kata

Endro yang juga salah satu ahli pers tersertifikasi dari Dewan Pers itu menjelaskan.

Dengan begitu, kata Endro, prinsip keterbukaan menjadi poin utama dalam aturan Dewan Pers ini.

“Ini eranya terbuka, aneh kalau membuat media sembunyi-sembunyi, tidak mencantumkan siapa awak redaksi, dan di mana alamatnya,” kata Endro melanjutkan.

Ia berharap, ke depan semua media dan para wartawan di Kaltim semakin professional, mematuhi ketentuan yang ada.

“Sehingga bisa membantu menyebarluaskan informasi yang akurat dan berimbang dalam mendukung pembangunan di Kaltim,” pungkas Endro yang merupakan alumnus Lemhanas itu. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: