Thu. Feb 25th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Ini di Indonesia, Harga Beras Setara Emas di Korowai

PAPUA, KALPOSTONLINE | Siapa sangka harga bahan pangan pokok melambung tinggi di wilayah penambangan rakyat Korowai tepatnya di Maining 33, Distrik Kawinggon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

Bahkan, harga satu karung beras senilai dengan empat gram emas.

Dikutip dari Antara pada Kamis 2 Juli 2020, di Provinsi Papua, harga beras per karung dengan berat 10 kilogram dibanderol dengan harga Rp2 juta.

“Beras 10 kilogram itu emas empat gram, kalau dibeli dengan uang, satu karung itu harganya Rp2 juta,” ucap Hengki Yaluwo, salah satu pengelola Koperasi Kawe Senggaup Maining di Korowai.

Hengki mengatakan, di puluhan lokasi penambangan emas di Papua, harga beras sama, rata-rata dibanderol Rp2 juta per 10 kilogram, atau setara Rp200.000 per kilogram.

Selain beras, harga mi instan dan bahan pokok lainnya seperti ikan kaleng dan daging ayam juga sangat mahal. Satu bungkus mi instan bisa dibanderol Rp25.000. Sementara harga ikan kaleng besar dibanderol Rp150.000.

Ilustrasi: Beras Gerbang Raja Kutai Kartanegara

“Supermi satu karton kalau ditukar dengan emas itu, dua gram, satu karton Rp1juta. Supermi satu bungkus Rp25.000” ujarnya.

Selain bahan pokok, Hengki membeberkan, harga telepon selular (ponsel) juga tinggi. Harga dibanderol tergantung merk, jika ditukar dengan emas maka harganya mulai dari 10 gram sampai 25 gram emas.

Harga yang terlampau mahal itu ada di wilayah Suku Korowai, Kabupaten Pegunungan Bintang yang sangat tertinggal dan kurang diperhatikan Pemerintah.

Meskipun Suku tersebut diapit oleh lima Kabupaten di Papua, Pemerintah tidak pernah membangun wilayah ini. Wilayah Korowai diapit oleh Kabupaten Mappi, Kabupaten Boven Digoel, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Kabupaten Asmat.

“Bertahun-tahun Pemerintah tidak pernah membangun Korowai, Tuhan yang memberikan hasil emas bagi kami, sehingga kami bisa menambang dan membantu kami,” kata Ben Yarik, salah satu pemilik Dusun Kali Dairam Korowai.

Bahkan Pemerintah sama sekali tidak menjamin pembangunan bagi warga di hutan belantara Korowai. Jika penambangan emas yang dikelola oleh masyarakat ditutup berarti kehidupan masyarakat akan terancam. (OY)

Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: