Sat. Feb 27th, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Dalam 6 Bulan, Jumlah Penduduk Miskin di Kaltim Naik

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Timur pada September 2019 meningkat sebanyak 990 jiwa. Angka ini didapat jika membandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2019. Pada Maret 2019 jumlah penduduk miskin Kaltim sebanyak 219.920 jiwa dan pada September naik menjadi 220.910 jiwa.

“Ini adalah angka pertambahan jumlah penduduk miskin secara absolut di Kaltim selama enam bulan sejak Maret hingga September 2019. Persentasenya sebesar 5,91 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Cahyo Dwitjahyono, saat rilis tingkat kemiskinan September 2019, di Kantor BPS pada Rabu (15/1) seperti dilansir indonesiainside.id.

Dijelaskan Dwi, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan juga mengalami kenaikan, sedangkan secara persentase mengalami penurunan. Selama periode Maret 2019-September 2019, penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 490 orang dari 107.670 pada Maret 2019 menjadi 108.160 orang pada September 2019.

Penduduk miskin di daerah perdesaan juga naik sebanyak 500 orang dari 112.250 orang menjadi 112.750 orang pada September 2019. Atau secara persentase turun sebesar 0,05 persen poin.

Dijelaskan Dwi, pada periode Maret-September 2019,Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 0,910 pada keadaan Maret 2019 menjadi 0,991 pada keadaan September 2019. Indeks keparahan kemiskinan juga naik dari 0,210 menjadi 0,242 pada periode yang sama.

Komoditi makanan yang menjadi andil terbesar dalam pembentuk garis kemiskinan adalah kelompok makanan. Dari lima komoditi terbesar penyumbang garis kemiskinan, kelompok bahan makanan baik di perkotaan dan perdesaan adalah beras, rokok kretek filter dan telor ayam ras. Selain itu bahan makanan berupa daging ayam ras, ikan tongkol, mie instan, gula pasir, cabe rawit, tempe-tahu, bawang merah, daging sapi, dan ikan bandeng.

“Sementara lima komoditas terbesar penyumbang garis kemiskinan non bahan makanan baik di perkotaan maupun di perdesaan diantaranya perumahan, bahan bakar minyak jenis bensin, listrik dan pendidikan. Totalnya ada 15 bahan,” ujarnya.

Saat ini jumlah penduduk di Kaltim sebanyak 3,6 juta berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015. Dari jumlah ini terbagi menjadi penduduk laki-laki sebanyak 1,8 juta jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 1,7 juta jiwa. (RED)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: