Mon. Mar 1st, 2021

kalpostonline.com

Edukatif & Berintegritas

Apa Kabar 9 Orang Terduga Koruptor Proyek Listrik Pulau Kumala?

SAMARINDA, KALPOSTONLINE | Hingga kini rentetan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur yang disidik sekira tahun 2005 silam masih menjadi catatan publik. Sebab kasus-kasus tersebut tidak sedikit menguras uang dari kekayaan Kukar.

Baca Juga: Aset Senilai Belasan Miliar di Kukar Boroskan Keuangan Daerah

Pada 2005, tim gabungan Kejati Kaltim dan Kejagung telah menemukan indikasi tindak pidana korupsi terhadap 7 kasus tersisa, diantaranya kasus pengadaan genset di Pulau Kumala. Pengadaan genset yang dilakukan Bagian Perlengkapan Pemkab Kukar tahun 2003-2004 itu dilakukan dengan cara penunjukan langsung.

Tim intelijen kejaksaan menemukan adanya dugaan mark up dan terindikasi fiktif. Karena berdasarkan rencana anggaran, seharusnya 4 unit genset. Namun faktanya hanya satu unit. Kontraktor pengadaan empat genset tersebut diketahui berkebangsaan Korea Selatan, Park Kye Soon, direktur PT Diastarindo Prime Jakarta yang katanya kabur setelah menjadi tersangka. Ia diduga terlibat dalam kasus pengadaan genset Kantor Bupati, Sekretariat DPRD Kukar, Pendopo, PDAM, dan Pulau Kumala tahun 2002 yang ditengarai merugikan negara lebih dari Rp9,5 miliar.

Baca Juga: Pesangon Karyawan Hotel di Kukar Menyalahi Aturan APBD

Park Kye Soon yang dikabarkan kejaksaan telah melarikan diri, ternyata pada 2006 tengah menjadi terdakwa karena menjalani sidang kasus dugaan korupsi proyek RPU Soppeng senilai Rp46 miliar yang juga menyeret mantan Bupati Soppeng wktu itu, Harta Sanjaya.

Bahkan dalam kasus pengadaan genset di Pulau Kumala, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2005 secara resmi meminta Badan Pengawas Provinsi (Bawasprov) Kalimantan Timur untuk memeriksa sembilan orang yang diduga terlibat dalam proyek tersebut. Sembilan orang itu secara jelas disebut dalam surat ke Bawasprov dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagaimana sumber media ini menyebutkannya.

“Pada tahun 2005 KPK meminta Bawasprov dan BPKP melakukan audit investigasi dan memeriksa sembilan orang itu, semuanya ASN. Karena ada kerugian negara 9,5 miliar,” kata sumber tersebut kepada kalpostonline yang meminta namanya tidak dimediakan.

Baca Juga: Begini Pengelolaan Aset Daerah Kukar

Dari sembilan orang tersebut, beberapa diantaranya, kata dia, masih aktif di Kukar dan menjalan aktivitas biasa.

“Dari penelusuran, beberapa orang masih aktif meski pernah menjadi terpidana korupsi lain, belum kasus yang ini,” katanya lagi.

Dari penelusuran media ini, kasus pengadaan genset juga menyeret nama Anwar Nasihin, kontraktor pemegang kuasa direktur PT Diastarindo Prime Jakarta. Memang pada November 2005, Kepala Bidang Investigasi BPKP Perwakilan Kaltim, Walben Damanik membenarkan, pihaknya melakukan audit dan investigasi proyek-proyek yang diduga bermasalah di Kukar. Bahkan, menurutnya, BPKP telah menyelesaikan audit investigasi sebanyak enam proyek atas permintaan KPK. Seperti dana pemilihan umum (Pemilu) dan Pilpres di KPUD Kukar sebesar Rp6 miliar, pengadaan stavol sebesar Rp3 miliar, pengadaan genset di Jonggon, pembangunan jalan di Kembang Janggut, dan proyek Gerbang Dayaku.

“Karena ini permintaan KPK, semua hasil audit dan investigasi kami serahkan seluruhnya ke KPK. Tentang hasilnya, kami tidak punya wewenang untuk mengumumkan kepada masyarakat,” kata Walben waktu itu.

Lebi lanjut, Walben menjelaskan, KPK juga melibatkan Bawasprov Kaltim untuk melakukan audit investigasi terhadap kasus-kasus di Kukar. Menurut Walben, pada 2005 terdapat tujuh kasus yang sedang diinvestigasi Bawasprov Kaltim, seperti proyek Bandara Loa Kulu, Listrik Pulau Kumala, penyaluran subsidi pupuk, utang-piutang pihak ketiga, penggunaan anggaran di DPRD Kukar dan pengeluaran sebelum APBD Kukar disahkan.

Tim investigasi kala itu mengakui sempat kesulitan menemukan data-data pendukung yang diduga sengaja tidak diberikan oleh para terperiksa.

“Dalam kasus listrik di Pulau Kumala ini, mereka belum tersentuh,” imbuh sumber tersebut. (OY)

Silakan Dibagikan

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: